Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kamu adalah Impian dari Rasa Candu

Photo by pixabay.com
Rasa yang selalu aku agung-agungkan
Entah kenapa, setiap menatap sinismu aku rindu dengan kabar baikmu
Saat itu aku tidak tahu mau berbuat apa
Karena aku terbaring kaku malu

Senyummu terlalu candu
Membuat aroma kopiku terlalu rindu

Apa aku salah?
Salah untuk menatapmu dengan candu rindu?
Apa aku terlalu lebai?
Lebai dalam memaknai tentangmu?

Tapi aku selalu mengingat akan hal itu
Aku, akan terlalu naif! jika tidak mengakuinya

Biarlah..
Biarlah titik hitam ini yang menaungi kisahku
Agar kelak, jika kita bersama membacanya
Saat aku dan kamu menjadi kita

Sembari duduk menatap jingganya senja
Mengucapkan rindu yan tertimbun-timbun pada sorenya gerimis

Posting Komentar untuk "Kamu adalah Impian dari Rasa Candu"