Ambigu Dibalik Hujan yang Merindu
Yang kian menyusup pada naluri kebasahan
Ada kata yang tak saling terucap pada perpisahan
Ambigu-ambigu terus berdatangan
Berdatangkan aura kejutan
Membuat risih hingga ke palung zona nyaman
Kau yang sedang berdiskusi dengan mesranya ucapan
Kepada hujan yang tiba-tiba reda karena guyonan
Kau yang sedang menari dengannya siksaan
Kepada ku jua kau pulangkan
Kau yang sedang menangis buta denganya bisu berkehangatan
Kepada reda berbisik kemudian
Sampai saat itu ceritanya aku pada penulisan
Pada akhirnya aku berjalan
Maaf! hujan terlalu badai dengannya
aku tak dapat lagi mendengar rintikan-rintikan

Posting Komentar untuk "Ambigu Dibalik Hujan yang Merindu"
Komentarlah dengan bijak
Posting Komentar