Menetap Pada Siksa Mesra
![]() |
| Photo by pixabay.com |
Gemuruh angin pada jumpanya malam
Seakan menghembus pada deraian debu
Hati ini gersang pada malam yang tak terbilang
Baru dan lamanya waktu sama saja
Terbuang dan terhina . . .
Aku lah yang merasa karena kau yang menyiksa
Ucapku dalam diam berbisik kepada haluan penyesalan
Menyesalnya aku oh permata jingga
Teriris dengan memori yang pernah jumpa
Hingga aku benar-benar tersiksa
Perih pada bintang yang aku pernah bulan kan
Menetap pada hal yang belum pasti buktinya
Hai kau, bisakah sekali saja membaca celotehanku
Aku kaku mengungkapkan derita ini
Sedingin itukah kau . . .
Tak peduli dengan cek cok ku rasa?
Maaf memaksa, tapi ini terpaksa

Posting Komentar untuk "Menetap Pada Siksa Mesra"
Komentarlah dengan bijak
Posting Komentar