Berdiskusi Pada Syair yang Mulai Meredup
![]() |
| Photo by pixabay.com |
Menatap pada senyap senja yang kian pilu
Dihamparan ombak tersingkir karang
Berbunyi gerus pasir berteriak pedih
Gemertak menyentak angin berbadai kasih
Terbanglah camar dikerumunan buih
Diantara angin berhembus mesra
Berusaha membuka tanya pada luka
Kepada gerai yang mengundang desir yang tak bernyawa
Kau menari pada perigi buta
Bernyanyi seolah mencipta ria
Dari bahasa kalbu yang kian busuk
Jika telaga yang kau timbakan
Dengan segenap makna rindu pedih kau dustakan
Mungkin aku tidak menoleh pada lara yang membisikkan luka
Kini ku mulai lepaskan genggaman yang pernah merangkai
Riaknya sendu alunan syairku
Pada gelora yang telah bergulung memecah
Mengigil diterpa kehancuran batin
Denting detik berguyur hancur
Kau yang selalu ku damba
Jemariku akan merasakan pedih
Hingga gejolak rindu menikam rasanya kasih
Kau yang selalu ku inginkan
Mataku sudah mulai layu
Menatapmu adalah sajakku
Aku yang mulai tergopoh-gopoh dalam mencintaimu

Posting Komentar untuk "Berdiskusi Pada Syair yang Mulai Meredup "
Komentarlah dengan bijak
Posting Komentar